Terbongkar- Siapa Penabur sianida ke kopi mirna. ini dia orang nya dan cara pelaku menabur ke kopi mirna


Screenshot_8-7
Jakarta – Dharmawan Salihin sangat terpukul atas kematian tragis putrinya, Wayan Mirna Salhin setelah menyeruput kopi beracun sianida. Ia sangat berharap sang pelaku segera terungkap dan dihukum berat, bahkan hukuman mati sekali pun.
“Ya bagus dong, pelaku dihukum seharusnya. Kan bunuh orang, pantas banget kali (dihukum mati),” ujar Dharmawan usai melengkapi keterangan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (28/1/2016).
Tapi, menurut Dharmawan, hukuman itu dapat terwujud tergantung bagaimana hukum yang berlaku saat ini. Dia menaruh harapan kepada kepolisian agar bekerja maksimal mengungkap pembunuh putrinya, Mirna.
“Ya intinya gini, saya minta agar kasus ini benar-benar dibongkar, kalau tidak ya sangat berbahaya. Orang udah ngeracun masa tidak ada hukumannya,” tutur dia.
fa1
Namun, Dharmawan enggan menuduh saksi yang berada di lokasi kejadian saat putrinya meninggal sebagai pelaku. Ia pun meminta agar media tidak terburu-buru menghakimi seseorang. Dia meminta agar semua pihak menunggu hasil penyelidikan polisi.
“Enggak ada, ini udah seperti ini ya. Nanti ditunggu ajalah ya sampai rilis,” kata Dharmawan.
Sementara terkait saksi Jessica Kumala Wongso yang kini terlihat aktif muncul di beberapa stasiun televisi, Dharmawan enggan berkomentar. Saat ini ia lebih fokus pada penyelidikan polisi untuk menuntaskan misteri kematian putrinya.
“Ya enggak apa-apa dong, kan dia punya hak. Kami sebagai korban ada hak, polisi juga ada kewajiban sebagai abdi negara untuk mengusut ini, gitu aja,” ujar Dharmawan.
fa2
Begitu pula dengan apa yang dilakukan Jessica ke Komnas HAM. Pengusaha itu tidak mau ambil pusing terkait apa yang dilakukan teman Mirna saat ngopi di Kafe Olivier, Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat itu.
“Ya biar aja dia mau ke mana kek, ke mana ya enggak apa-apa,” tutup Dharmawan.
Dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin, polisi yakin tersangka Jessica Kumala Wongso juga bakal mengingkari perbuatannya. Ini ancang-ancang polisi menghadapinya.
fa3
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti menegaskan pihaknya tidak mencari pengakuan dari tersangka kasus pembunuhan putri kembar Dermawan Salihin tersebut. “Kami yakin pelaku pasti akan mengingkari,” kata Krishna.
Namun, Krishna telah menyiapkan siasat melawannya. Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah memperkuat bukti-bukti, keterangan saksi ahli, dan merekonstruksi pembuatan es kopi Vietnam hingga sampai ke meja Mirna.
Tidak hanya itu, Krishna mengatakan pelaku pembunuh Mirna bakal dikenai pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup.
fa5

Jessica ditangkap di Hotel Neo Mangga Dua Square, Jakarta Utara pukul 07.45 WIB. Dia ditetapkan sebagai tersangka sejak pukul 23.00 WIB semalam. Saat ini, perempuan berambut lurus itu berada di Mapolda Metro Jaya.
Jessica bertemu dengan Mirna, Hani dan rekan lainnya bertemu di Kafe Olivier pada Rabu (6/1) sekitar pukul 16.00 WIB. Jessica tiba di lokasi lebih awal dan sempat memesan minuman untuk Mirna berupa es kopi Vietnamese dan minuman lainnya untuk Hani.
Tak disangka, minuman yang dipesan untuk Mirna ternyata mengandung sianida, dengan kandungan 15 gram per liter. Tepatnya ada 3,75 gram sianida di dalam kopi. Mirna pun kejang-kejang hingga akhirnya tewas, walau hanya menyeruput kopi sedikit saja.

fa6
Setelah meminum kopi tadi, Mirna kejang-kejang hingga akhirnya dilarikan ke klinik dan tewas di RS Abdi Waluyo. Namun Jessica tidak ikut mengantarkan teman semasa kuliahnya hingga ke peristirahatan terakhir di TPU Gunung Gadung, Bogor dengan alasan trauma.
Bahkan perempuan yang mengaku punya kekasih bule ini juga membuang celana panjang yang dikenakannya saat kematian Mirna. Menurut pengacara Jessica, Yudi Wibowo Sukinto alasan Jessica membuang celananya itu karena sobek saat membantu membawa Mirna ke RS Abdi Waluyo setelah colapse meminum kopi.
“Itu (celana) dibuang. Sama pembantunya kan ditanya ‘dibuang ya non ya? Ini kan sobek gak bisa dijahit’, Jessica jawab ya terserah,” kata Yudi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/1).
fa7
Untuk mendapatkan gambaran secara lebih holistik, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya pun mengadakan reka ulang peracikan 4 kopi Vietnam yang berjalan kurang lebih selama 2 jam itu di kafe Olivier. Polisi juga membandingkan kopi Vietnam yang diminum Mirna dengan 3 kopi lainnya.
Tim labfor membawa 4 kopi yang terdiri dari kopi yang dibiarkan 51 menit tanpa diaduk, kopi yang diaduk dan dibiarkan 51 menit, kopi dibiarkan 51 menit tanpa diaduk dan ada racunnya dan kopi mengandung racun yang telah diaduk dan dibiarkan 51 menit untuk diteliti lebih lanjut. Bahkan pihak kepolisian juga membawa 4 pegawai Kafe Olivier untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut karena ada ketidakcocokan antara keterangan pegawai Olivier dengan beberapa saksi yang telah diperiksa.
fa8
Kombes Krishna Murti menjelaskan, tim Labfor akan meneliti hasil reka ulang penelitian peracikan kopi Mirna itu. Hasil penelitian Labfor ditargetkan akan selesai paling lambat pada Kamis (21/1).
Sementara itu, Jessica diperiksa sejak pukul 13.40 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Tanpa banyak bicara, Jessica yang ditemani tim pengacaranya yang diketuai Yudi Wibowo Sukinto memastikan dirinya tidak bersalah.
“Saya tidak bersalah,” tegas Jessica saat ditanya wartawan usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya.fa9
Menurut info yang beredar di dunia maya, ada kecurigaan yang mengarah ke teman Mirna yaitu Jessica Kumala Wongso. Kecurigaan ini berdasarkan beberapa fakta yaitu:
1. Jessica tiba di cafe Olivier lebih dulu dibanding Hanny dan Mirna, lalu kopi yang diminum Mirna dan temannya itu pun dipesan Jessica.
2. Jessica memesan dan membayar kopi bahkan sebelum Hanny dan Mirna datang, hal yang menurut karyawan cafe agak aneh karena hal itu bukan kebiasaan customer di sana (biasanya customer membayar order ketika akan meninggalkan cafe).
3. Setelah kopi datang, tas belanjaan Jessica diletakkan di meja sehingga menutupi cctv sedemikian rupa, padahal kursi yang diduduki Jessica cukup luas untuk meletakkan tas itu.
4. Jessica membuang celana panjang yang digunakan pada saat kejadian itu berlangsung dengan dalih celana telah robek.
5. Telah beredar transkrip WA di internet saat Jessica menanyakan ada atau tidak dokter di Grand Indonesia.
6. Pihak kafe mengatakan bahwa Jessica bersikap sangat tenang meski Mirna kejang-kejang dan bahkan tsedikit menghalangi saat pihak kafe akan membantu Mirna.
7. Jessica menurut beberapa portal berita dikatakan pernah bekerja di perusahaan kimia, atau di bagian kimia di NSW ambulance, meski ada pula yang mengatakan hal ini dibantah Jessica karena dia bekerja di bidang desain grafis.
fa10
Namun semua opini tersebut belum final karena pihak kepolisian tidak mengungkap semua info sampai penetapan tersangka di hari Selasa, 27 Januari 2016.
Meski kecurigaan dan opini publik mengarah dan diarahkan ke 1 orang saja, apakah Polisi sudah meneliti latar belakang karyawan kafe, teman Mirna yang lain, termasuk hobi dariJessica dan Hanny,, tentu saja kita tidak bisa mengatakan polisi tidak mendapat bukti apapun.
Sementara itu di media Australia, kasus ini dikatakan mirip novel Agatha Christie berjudul Sparkling Cyanide.
Dan di Indonesia, peristiwa racun meracun ini dikatakan persis komik detektif Conan.